LOPAMID 2MG TAB

Rp4,000.00 /STRIP

GOLONGAN :  Obat Keras

DESKRIPSI : LOPAMID 2MG TAB 100S mengandung Loperamide yang didistribusikan oleh Harsen. Tersedia dalam sediaan tablet yang dapat digunakan untuk mengobati diare akut. Obat ini termasuk golongan agonis opioid reseptor yang mekanisme kerjanya mengurangi aktivitas pleksus myenteric usus besar sehingga memperlambat ritme kontraksi usus sehingga dapat menambah kepadatan tinja dan membantu mengurangi frekuensi buang air besar.

INDIKASI : Diare akut dan kronik. obat diare yang bekerja dengan memperpanjang waktu transit isi saluran cerna, menurunkan volume feses, meningkatkan viskositas dan kepadatan feses dan menghentikan kehilangan cairan dan elektrolit

KOMPOSISI : Loperamide HCl setara loperamide 2 mg / tablet

DOSIS & ATURAN PAKAI : Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter.

Diare akut (non spesifik):

  • Dosis awal: 4 mg sebanyak 1-2 kali/hari.
  • Dosis lazim: 2-4 mg sebanyak 1-2 kali/hari.
  • Dosis maksimal: 16 mg/hari.

Diare kronik :

  • Dosis lazim: 4-8 mg/hari.
  • Dosis maksimal: 16 mg/hari. Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Otot usus mengalami kelumpuhan
  • Zat (gas atau cairan) menumpuk di dalam perut yang menyebabkan perut atau pinggang mengembung melebihi ukuran normal (distensi abdomen).
  • Nyeri pada perut.
  • Feses berdarah.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Kehilangan kesadaran sementara (sinkop).
  • Detak jantung berdetak terlalu cepat.
  • Nyeri pada perut.
  • Pelebaran atau pembesaran usus besar
  • Mulut kering.
  • Pusing.
  • Lesu.
  • Ruam pada kulit.
  • Kelelahan.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir
  • Ruam pada kulit.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Hentikan penggunaan loperamid dan minum banyak air. Jika ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Pusing.
    Jika loperamid membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mendapatkan efek samping seperti pusing.
  • Sakit perut.
    Konsumsi loperamid dengan atau setelah makan. Makanlah dalam jumlah sedikit dan hindari makanan pedas.
  • Sakit kepala.
    Istirahat yang cukup dan konsumsi banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Minta apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. segera hubungi dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin memburuk.
Jangan di konsumsi pada kondisi :
  • Pasien dengan kondisi ketika ada gas atau cairan menumpuk di dalam perut yang menyebapkan perut atau pinggang mengembung (distensi abdomen).
  • Pasien dengan kondisi ketika otot usus mengalami kelumpuhan (ileus).
  • Pasien dengan kondisi peradangan kronis yang terjadi pada usus besar.
  • Pasien disentri akut.
  • Pasien dengan kondisi peradangan pada usus besar atau usus halus (enterokolitis).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang mengalami demam tinggi.
  • Pasien penderita infeksi diare.
  • Pasien yang mengalami diare berdarah.
  • Hindari penggunaan pada pasien yang mengalami kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Diare akut yang berkaitan dengan organisme yang mempenetrasi mukosa usus atau kolitis pseudomembranosa yang disebabkan antibiotik spektrum luas.
  • Anak-anak 2 tahun ke bawah.
  • Hindari penggunaan sebagai terapi primer pasien disentri akut.
  • Pasien diare yang disebabkan karena infeksi bakteri.
  • Pasien penderita acquired immune deficiency syndrome (AIDS).
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (Glaukoma).
  • Pasien penderita penyumbatan pada pyloric.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada leher kandung kemih.
  • Dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi, sehingga harus mengonsumsi cairan dan elektrolit.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Hentikan penggunaan jika terjadi sembelit, perut kembung, dan kelumpuhan pada usus (ileus).
Jangan digunakan bersamaan dengan :
  • Kuinidin, amiodaron, ritonavir, gemfibrozil, ketokonazol, dan itrakonazol.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar atau efek dari loperamid.

Ketersediaan: Stok 2

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “LOPAMID 2MG TAB”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shipping Calculator

Quantity
Destination
Province
City
District