BISAKAH SABUN BENAR-BENAR DAPAT MEMBUNUH VIRUS CORONA?

Virus adalah mikroorganisme patogen yang cenderung bersifat parasit.

Virus hanyalah sebuah kapsul yang mengelilingi materi genetik dan beberapa protein, dan dapat disebut bukan makhluk hidup. Virus hanya dapat memperbanyak diri dengan cara memasuki sel hidup.

Coronavirus mungkin menyebar melalui permukaan, tetapi belum diketahui berapa lama virus dapat bertahan hidup disana. Cara utama penyebaran dapat melalui tetesan ketika seseorang batuk atau ketika menyentuh orang yang sakit kemudian menyentuh wajah, menggosok mata atau hidung.

Pada saat itulah kemudian virus akan memulai perjalanannya dan mencari tumpangan untuk bergerak jauh kedalam tubuh, tujuannya ke arah pencernaan, limfa atau paru paru.

Corona virus sering dibandingkan dengan virus flu, tetapi sebenarnya ini lebih berbahaya, tingkat kematian sulit ditentukan selama pandemi, menular dan menyebar cepat dari pada flu. Ada dua perkiraan untuk pandemi seperti corona “cepat” atau “lambat” (penyebarannya), ini tergantung pada bagaimana kita menghadapinya pada awal outbreak.

Semenjak kita masih belum memiliki vaksin untuk corona, kita harus merekayasa sikap sosial kita untuk menjadi vaksin sosial.
Mudahnya berarti dalam 2 hal :
tidak menjadi terinfeksi dan tidak menginfeksi yang lain.

meski kedengarannya sepele hal terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan mencuci tanganmu dengan sabun . Coronavirus diselubungi oleh selubung lemak, sabun dapat menghancurkan lapisan dinding lemak yang menyelubungi virus corona, sehingga virus tersebut tidak dapat menginfeksi lagi.

“Bagaimana caranya?”
Sabun, memiliki gugus hidrofilik dan lipofilik sekaligus dalam satu struktur molekul (molekul surfaktan). Hidrofilik yang tertarik oleh air, dan Hidrofobik yang tidak tertarik air. Molekul hidrofobik berasal dari hidrokarbon yang lebih tertarik oleh lemak.

  • Bagaimana cara kerja surfaktan menghancurkan virus?
    Surfaktan tidak akan membiarkan lemak terus-terusan menempel pada permukaan benda. Lapisan lipofilik akan berusaha menarik lemak tersebut dan menyelubunginya.
    lapisan lipofilik surfaktan akan menempel pada lapisan lemak selubung virus, sedangkan hidrofilik surfaktan akan mengikuti air.
    Pada saat  mencuci tangan, surfaktan tersebut akan merobek selubung virus, lalu menyelubungi selubung lemak itu seperti bola-bola kecil (micelles).

Akibatnya, seluruh material isi virus akan tercerai-berai dan virus pun mati. Akan tetapi, tidak serta merta mencuci tangan dengan sabun dapat menyelamatkanmu dari coronavirus.
Apabila cara & teknik cuci tanganmu salah, virus akan tetap menempel. Mencuci tangan bukan sekadar membasahi tangan, menyelimutinya dengan sabun & diakhiri oleh pembilasan.

Cara yang tidak benar dapat menyebabkan micelles tertinggal, atau sabun tidak berhasil menyelimuti seluruh area tangan, bisa saja kamu merasa tanganmu bersih dan bebas virus, padahal masih ada virus di sana dan kamu tetap akan tertular. Inilah pentingnya mencuci tangan dengan baik dan benar .
Bagaimana tekniknya?

Berikut langkah-langkahnya :

 

Itulah mengapa mencuci tangan dgn sabun adalah PRIORITAS.
Gunakan sabun dan air mengalir.
Gunakan alkohol 60-70% jika tidak ada sabun dan air mengalir.
Selain itu, apabila tangan kita kotor, gunakan sabun bukan alkohol/sanitizer .

WAKTU YANG UTAMA SAAT CUCI TANGAN :

1. Setelah keluar dari kamar mandi
2. Sebelum makan
3. Setelah batuk/bersin
4. Sebelum keluar rumah utk melindungi orang lain dari dirimu
5. Setelah beraktivitas utk melindungi dirimu dari patogen yg menempel pada kedua tangan
6. Setelah menyentuh/memegang/tersentuh anggota tubuh orang sakit atau permukaan benda yang kamu duga terkontaminasi oleh patogen, terutama ketika hendak menyentuh area wajah
7. Sebelum menyentuh wajah secara keseluruhan

 

  • Informasi Artikel diambil dari berbagai sumber yang ada.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *